Ajudikasi, Salah Satu Opsi Menyelesaikan Permasalahan

by:

Informasi

Irshady – Setiap manusia tentu memiliki ragam aktivitas dan kesibukan yang berbeda – beda. Terkadang dari banyaknya aktivitas atau kegiatan yang kita lakukan tersebut tidak jarang salah satunya ada yang menimbulkan suatu perbedaan karena adanya perbedaan kepentingan maupun perbedaan cara berfikir.

Biasanya jika jenis permasalahan yang dihadapi tidak terlalu besar dan bisa diselesaikan tanpa harus menggunaka bukti – bukti yang konkrit maka permasalahan akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Tetapi tidak jarang beberapa permasalahan hanya bisa diselesaikan dengan menggunakan jalur hukum.

Ternyata selain dua jenis penyelesaian tersebut masih ada juga jenis penyelesaian permasalahan yang lain yang diluar jalur hukum tetapi tetap menggunakan aturan – aturan hukum yang berlaku. Penyelesaian permasalahan tersebut juga bisa dengan menggunakan cara ajudikasi.

ajudikasi

Ajudikasi sendiri merupakan salah satu cara penyelesaian masalah antara dua pihak yang bersengketa diluar jalur atau tuntutan hukum. Biasanya cara penyelesaian masalah menggunakan jalur ajudikasi ini dengan menunjuk seseorang sebagai pihak ketiga yang berfungsi sebagai ajudikator atau penengahnya.

Cara penyelesaian masalah dengan cara ajudikasi ini biasanya dengan mengumpulkan bukti atau data – data kebenaran yang konkrit sebanyak – banyaknya kemudian nantinya kumpulan data tersebut akan dijadikam bahan pertimbangan untuk membuat keputusan agar permasalahan tersebut menemukan titik terang. Nantinya hasil keputusan yang keluar bersifat mengikat dan berlandaskan hukum yang berlaku.

Setiap ketetapan dari pihak ajudikator nantinya harus diterima dan dilakukan oleh kedua pihak yang sedang bersinggungan. Kedua pihak tersebut dituntut untuk mematuhi keputusan ajudikator karena keputusan yang diberikan resmi berlandaskan hukum dan sudah disepakati sedari awal oleh kedua belah pihak.

Opsi penyelesaian masalah atau sengketa menggunakan ajudikasi ini konsepnya hampir sama dengan mediasi. Namun jika mediasi mempertemukan kedua pihak untuk bersaksi dan berbicara secara langsung terkait permasalahan yang dibahas. Lain halnya dengan ajudikasi yang hanya memperkenankan kedua belah pihak untuk mengumpulkan bukti – bukti konkrit dan tinggal menunggu hasil kebijakannya menurut ajudikator.

Penyelesaian masalah dengan car aini bisa dijadikan salah satu solusi antara dua pihak yang saling bersinggungan tetapi tidak ingin permasalahannya dibawa ke ranah hukum atau pengadilan. Karena biasanya jika suatu masalah sudah masuk ke ranah pengadilan maka kedua pihak harus kooperatif dan mengikuti semua prosedur hukum yang sudah berlaku sebelum akhirnya diberika putusan.

Biasanya jika ingin melakukan proses penyelesaian masalah menggunakan cara ajudikasi ini terdapat Lembaga yang bisa membantu yakni Alternativ Dispute Resolution (ADR) yaitu Lembaga yang bersedia menyelesaikan sengketa ataupun selisih paham antara dua belah pihak dengan melalui prosedur yang telah disepakati oleh semua pihak, yaitu dengan melakukan penyelesaian masalah diluar pengadilan.

Proses ajudikasi ini sendiri biasanya melibatkan beberapa ahli hukum sebelum memberikan hasil akhir yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Biasanya sebelum putusan keluar pihak ajudikator akan melakukan konsultasi, negosiasi, mediasi, konsoliasi ataupun pertimbangan dari para ahli hukum terkait.

Dari semua proses yang harus dilalui dapat disimpulkan bahwa ajidikasi ini merupakan salah satu mekanismen dari Arbitrase atau penyelesaian masalah diluar jalur hukum namun dibuat lebih sederhana dan dibuat menyesuaikan dengan permasalahan yang dibahas sehingga bisa memenuhi keingingan dari kedua belah pihak yang bersengketa.

Penyelesaian ajudikasi ini juga bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan skala kecil maupun skala besar. Semuanya kembali lagi kepada kepatuhan pihak yang bersengketa terhadap hasil putusan yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *