Mengenal Lengkap Throttle Control dan Kegunaannya 

by:

InformasiTeknologi

Irshady – Seiring dengan perkembangan zaman, banyak sekali perubahan teknologi yang diterapkan pada berbagai peralatan. Perubahan ini terbilang suatu kemajuan karena tak jarang membuat segala sesuatunya menjadi semakin mudah, efisien, dan canggih. Mobil menjadi salah satu produk yang kerap sekali mengalami perubahan akibat adanya kemajuan di bidang teknologi. Seperti salah satunya perubahan dari kabel akselerator ke teknologi Electronic Throttle Control (ETC).

Electronic Throttle Control

Dulunya pada mobil keluaran pabrikan, kabel akselerator yang berupa kawat ini biasa digunakan untuk menghubungkan antara pedal akselerasi dengan katup throttle pada mesin mobil. Dimana ketika pedal akselerasi ditekan, gerakan akan diteruskan oleh kabel akselerator agar bisa membuka katup throttle. Dengan cara inilah jumlah udara yang masuk ke dalam ruang bakar bisa meningkat, ditandai dengan kenaikan putaran dan tenaga mesin. Sehingga bisa dikatakan bahwa mesin mobil dengan kabel akselerator, maka pembukaan katup throttle sebanding atau sama besarnya injakan pedal akselerasi.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan kabel akselerator ini sudah mulai ditinggalkan oleh pabrikan mobil. Sebagai gantinya, kini mobil keluaran terbaru sudah menggunakan teknologi ETC atau Throttle Controller. Alat ini hanya bisa digunakan pada mobil yang sudah menerapkan teknologi Throttle by Wire (TBW), Drive by Wire (DBW), dan ETCS-I (pada Toyota). Throttle Controller merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memanipulasi sistem throttle mobil, sehingga bisa memanipulasi besarnya bukaan throttle yang terjadi saat pengemudi mobil menginjak pedal gas.

Pada teknologi ETC, terdapat akselerator pedal position sensor mendeteksi seberapa besar penekanan pedal akselerator yang dilakukan oleh pengemudi. Kemudian ada Throttle Controller motor yang berguna untuk membuka katup throttle di saluran pemasukan udara. Besarnya pembukaan katup throttle ini diatur secara optimal oleh ECU (Engine Control Unit) sesuai dengan respon dari penekanan pedal akselerasi.

Throttle Controller tidak merubah kenaikan HP atau torsi, melainkan alat ini hanya menghilangkan delay (responses time) pada throttle sehingga akselerasi lebih responsif. Pemasangan throttle dengan Plug and Play tanpa harus memotong, merubah, atau memodifikasi komponen asli pada mobil. Karena memang dikhususkan untuk mobil Wuling Confero/ Cortez yang sudah menerapkan teknologi TBW, DBW, dan ETCS-I.

Banyak yang mengatakan jika menggunakan Throttle Controller bisa membuat mobil menjadi kurang responsif. Padahal hal ini tidaklah benar, karena alat ini justru akan membuat pergerakan mobil atau akselerasinya menjadi lebih lembut dan bertenaga. Hal ini bisa terjadi lantaran pada teknologi Throttle Controller, ECU akan mengatur secara optimal pembukaan katup throttle sesuai dengan respon penekanan pedal akselerasi. Ketika penekanan pedal akselerasi dilakukan dengan normal atau pelan, pembukaan katup throttle bisa lebih kecil dari sudut penekanan pedal akselerasi.

Sedangkan ketika dibutuhkan untuk power, pembukaan katup throttle dapat lebih lebar. Saat pedal gas ditekan tiba-tiba kemudian ditahan, maka pembukaan katup throttle diatur pembukaannya secara berangsur-angsur. Sehingga gaya longitudinal mobil tidak meningkat dengan tiba-tiba. Untuk mobil dengan Drive by Wire (DBW), sistem yang bekerja memungkinkan pedal tidak terkoneksi langsung dengan gas mesin, melainkan harus melalui sistem elektronik terlebih dahulu agar bukaan throttle bisa disesuaikan dengan kebutuhan mesin menurut perhitungan yang dilakukan oleh ECU agar tercipta efisiensi.

Selain bertugas untuk mengatur bukaan katup throttle, sistem Electronic Throttle Control (ETC) juga mengontrol putaran idle, baik ketika AC (air conditioner) dalam keadaan off maupun on, serta mengontrol kerja TRC (traction control). Pada beberapa model yang dilengkapi dengan fitur cruise control dan control stabilitas juga memanfaatkan kinerja dari ETC. Sehingga hal ini membuat sistem menjadi terintegrasi dan mengurangi penggunaan komponen mobil, seperti ISC valve, idle up AC, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *