Menghapus Peluh Pardaliyah

by:

InspirasiLifestyle

Irshady – Melihat adanya kesempatan memberikan perjalanan umrah gratis yang disediakan oleh Asuransi Syariah Indonesia Allianz, saya teringat kisah hidup yang penuh haru dari Pardaliyah. Ia adalah sosok perempuan sederhana dan tangguh.

Setiap hari, ia bekerja seorang diri sebagai pengepul barang rongsokan. Barang-barang tersebut ia kumpulkan kemudian ia jual. Begitu hari-hari ia jalani tanpa pernah mengeluh tentang kondisi yang ia hadapi. Selain menjadi pengepul barang rongsok, ia juga kerap membantu tetangga yang mendapatkan pesanan katering untuk menambah penghasilan.

Kehidupan Ibu Pardaliyah bertambah mengharukan jika melihat sosok anaknya. Sebenarnya, ia memiliki dua orang anak laki-laki yang sudah bisa dikatakan dewasa. Namun, alih-alih membantu ibunya bekerja atau mencukupi kebutuhan, kedua anaknya tidak bisa diandalkan. Mereka bekerja serampangan dan lebih sering menganggur.

Meski dua orang anaknya bisa dikatakan kurang bisa diandalkan, namun kasih sayang seorang Ibu tetap ia berikan dengan maksimal. Ia mungkin menyadari keadaan yang ada pada dirinya –dan keluarganya adalah salah satu garis takdir dari Sang Pencipta. Oleh karenanya, ia tak pernah mengeluh dengan keadaan yang terkadang cenderung menghimpit.

Kasihan kalau tidak diurus”, katanya ketika saya tanya tentang anaknya sewaktu ia membeli nasi. Jadi, setiap pagi, sebelum berangkat mencari barang rongsok untuk dikumpulkan dan dijual kembali, ia membelikan dua bungkus nasi untuk anaknya. Demikian setiap hari. Ada sesak dalam dada yang muncul dan harap agar kedua anaknya lekas memahami kondisi orang tuanya.

asuransi syariah indonesia

Kehilangan Suami Untuk Selamanya

Beberapa tahun silam, kehidupan Ibu Pardaliyah bisa dikatakan lebih baik saat suaminya masih sehat dan mulai sakit-sakitan. Ia tidak bekerja sebagai pengepul barang rongsok, tetapi ikut membuat kerajinan tembaga –salah satu pekerjaan yang banyak digeluti oleh warga sekitar. Sementara sang suami bekerja sebagai pemungut sampah dari warga dengan langganan yang cukup banyak. Anaknya pun turut membantu sang ayah waktu itu.

Namun, setelah suaminya sakit-sakitan, roda kehidupannya bergulir tak menentu. Pekerjaan sebagai pemungut sampah masih dijalankan oleh anaknya meskipun cenderung menurun dan akhirnya sirna tak berbekas saat ini.

Sang suami yang didakwa terkena komplikasi pun tak bisa bertahan lama. Ia meninggalkan keluarga untuk selamanya dan memaksa Ibu Pardaliyah menjalankan kehidupan yang baru. Salah satu yang paling saya ingat dari kisah suami istri ini adalah ketika Ibu Pardaliyah memboncengkan sang suami dengan sepeda untuk berangkat ke rumah sakit. Melihat hal semacam itu, ada sesak yang tiba-tiba muncul dalam dada.

Saat ini, Ibu Pardaliyah masih bekerja sebagai pengepul rongsokan dan kedua anaknya masih menganggur. Bisa dikatakan ada beban yang cukup berat yang sebenarnya ia pikul namun ia memilih untuk tak mengatakannya.

Dari kisah Ibu Pardaliyah, saya belajar bagaimana menjadi seseorang yang tangguh. Ia yang mungkin lebih tidak beruntung, tetap menikmati hidup sebagaimana mestinya dengan tidak mengeluhkan apa yang ia hadapi setiap hari. Saya berharap barangkali umrah gratis yang disediakan melalui produk Asuransi Syariah Allianz bisa menjadi pelipur dari peluh Ibu Pardaliyah dan memberikan kebahagiaan baru untuk dirinya yang mulai menua.

Kisah Ibu Pardaliyah mungkin hanya satu dari kisah haru seseorang sederhana yang penuh inspirasi di sekitar Anda. Melalui program #AwaliDenganKebaikan, Anda bisa berbagi kisah penuh inspirasi orang-orang sederhana di sekitar Anda dan memberikannya kebahagiaan yang bisa membuatnya sejenak lupa pada beban hidup yang ia miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *