Penyebab Penyakit Trypophobia

by:

InformasiKesehatan

Irshady – Trypophobia termasuk ke dalam kategori fobia. Fobia ini merupakan suatu gangguan kecemasan yang biasanya timbul karena pengalaman atau karena mekanisme evolusi bawaan, seperti yang mungkin mendasari ketakutan akan laba-laba dan ular. Biasanya ada ancaman spesifik atau umum, nyata, atau dibayangkan yang mendasari sebuah fobia.

Dalam kasus trypophobia, tidak ada ancaman yang jelas, dan pola visual yang menyebabkan fobia bisa sangat acak antara satu sama lain. Meski begitu, beberapa ilmuwan menduga bahwa reaksi ekstrem terhadap bentuk bundar cak timbul karena pola tersebut menyerupai bintik atau lingkaran yang ditemukan pada hewan beracun, termasuk ular dan gurita berkepala biru.

Lalu apa sebenarnya penyebab penyakit trypophobia? Beberapa penelitian yang menduga bahwa penyebab penyakit trypophobia ini berasal dari rasa jijik atau ketakutan yang timbul setelah melihat gambar lingkaran. Hal ini terjadi karena insting memerintahkan mereka sebisa mungkin menghindari berlama-lama memandangi gambar aneh tersebut.

Otak yang kewalahan saat mengamati susunan bentuk yang acak dan kontras menjadi penyebab penyakit trypophobia untuk meminta asupan oksigen yang lebih banyak agar dapat memproses informasi. Sedangkan otak kita menggunakan sekitar 20% energi tubuh, dan penggunaan energinya perlu dijaga seminimal mungkin. Asupan oksigen yang berlebihan dapat membuat gelombang otak jadi kacau, sehingga saraf-saraf otak Anda tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya, Anda akan merasakan sakit kepala, mual, pusing dan cemas.

Pada kasus penyakit trypophobia ini, ia bekerja sebagai pertahanan diri otomatis agar Anda tidak mengalami hal-hal ini. Otak akan mengasosiasikan lubang-lubang ini dengan bahaya.

Bagaimana penanganan untuk pengobatan trypophobia?

Saat ini trypophobia masih menjadi perdebatan para ahli, apakah layak diklasifikasikan sebagai satu jenis fobia. Meskipun demikian, penderita gangguan ini jelas perlu pertolongan dan pengobatan sesegera mungkin. Gangguan ini bisa ditolong dengan penanganan yang sudah ada bagi fobia umum. Meskipun demikian, treatment tersebut juga cukup berhasil menangani masalah fobia. Beberapa metode yang bisa dilakukan biasanya mencakup self-help treatment, terapi, dan pengobatan.

Salah satu terapi yang paling potensial untuk membantu penderita trypophobia adalah Cognitive Behavioral Therapy atau CBT. Melalui terapi ini, penderita akan diajak untuk membicarakan ketakutannya dengan seorang terapis atau konselor. Penderita akan diminta untuk menentukan target dan mencapai tujuan tersebut. Selain itu, penderita juga bisa dibimbing untuk olahraga yang tepat, pola makan sehat, pola tidur cukup, seta menjauhi minuman berkafein. Untuk pengobatan trypophobia secara medis, biasanya dokter akan memberikan resep obat antidepresan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *