Perusahaan Sukanto Tanoto Menghadirkan Inisiatif Follow Our Fibre

by:

BeritaTeknologi

sukanto

Sumber foto: Followourfibre.com

Irshady – Pendiri sekaligus Chairman Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto, selalu mewajibkan perusahaannya untuk memerhatikan kelestarian alam dalam operasionalnya. Arahan itu disambut dengan sejumlah langkah nyata. Salah satunya dengan peluncuran aplikasi Follow Our Fibre oleh Asia Pacific Rayon (APR).

APR merupakan satu dari delapan perusahaan yang berada di bawah naungan RGE. Mereka bergerak di sektor serat viskosa.

Saat ini APR memiliki basis operasional di Pangkalan Kerinci, Riau. Di sana mereka mempunyai fasilitas produksi yang terintegrasi secara penuh dengan pasokan bahan baku. Hal tersebut menjadikan perusahaan yang didirikan Sukanto Tanoto pada 2016 ini sebagai perusahaan serat viskosa Asia pertama yang memilikinya.

Per tahun APR mampu menghasilkan 250 ribu ton serat viskosa. Dalam memproduksi, mereka berusaha keras meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Bahkan, transparansi dalam operasional yang berkelanjutan juga dipertunjukkan.

Salah satu bukti nyatanya ialah peluncuran inisiatif Follow Our Fibre pada Juni 2019 di sela-sela perhelatan Copenhagen Fashion Summit di Denmark. Melalui teknologi tersebut, APR menandaskan komitmen untuk keterlacakan dan transparansi rantai produksinya.

Dikembangkan dengan teknologi blockchain, Follow Our Fibre memungkinkan konsumen APR untuk melacak produk yang dibelinya. Hanya dengan memindai barcode di produk melalui aplikasinya, konsumen langsung bisa tahu asal muasal produk tersebut

Mereka dapat melihat dari mana bahan baku diperoleh sejak masih berupa bibit tanaman sampai ketika sudah dipanen. Selain itu, detail produksi juga dapat diketahui dari sini. Beberapa contohnya adalah keberadaan data waktu dan lokasi dalam proses produksi produk yang tercatat dengan rapi.

Inisiatif ini merupakan terobosan dalam industri serat viskosa rayon. Bisa dibilang APR menjadi pelopor pemanfaatan teknologi blockchain untuk keterlacakan produk tersebut di dunia. Hal tersebut sangat krusial demi jaminan keberlanjutan operasional yang diberikan oleh APR.

Saat ini publik menginginkan produk yang dikonsumsinya diproduksi secara bertanggung jawab. Proses produksi tidak boleh merugikan alam dan bahan bakunya diperoleh dari sumber-sumber legal

Tuntutan tersebut ada pula di industri serat viskosa. Hal ini pula yang mendorong APR memberi jawaban dengan menghadirkan Follow Our Fibre. Terlebih lagi, ada kewajiban dari pendirinya, Sukanto Tanoto, untuk selalu menjalankan operasional yang ramah terhadap alam.

“APR memiliki komitmen terhadap keberlanjutan, pencapaian Sustainable Development Goal dari PBB, serta praktik terbaik dalam industri. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kami akan terus melakukan pengelolaan lingkungan dan korporasi dalam operasional viskosa rayon kami,” kata Wakil Presiden Komunikasi dan Keberlanjutan APR, Cherie Tan.

Melalui Follow Our Fibre, APR membuka proses produksinya yang bertanggung jawab. Mereka memperlihatkan diri tidak memperoleh bahan baku dari hutan alam, melainkan dari lahan perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan.

Selain itu, rangkaian produksi yang dijalankan di Pangkalan Kerinci juga dijalankan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal tersebut terlihat dengan jelas dalam Follow Our Fibre. Langkah-langkah produksi mulai dari pembibitan, penanaman dan pengelolaan perkebunan, hingga pemanenan serta pengangkutannya tercatat dengan baik.

Proses sesudahnya di pabrik juga dicatat dengan rapi. Nanti bahan baku diproses menjadi pulp hingga akhirnya dilakukan langkah lanjutan untuk menjadikannya serat viskosa rayon yang siap dikirim ke konsumen. Semuanya dapat dengan mudah dilacak dengan Follow Our Fibre.

Transparansi seperti ini pada akhirnya memberi jaminan pasti kepada publik tentang operasional APR. Mereka bisa menunjukkan bahwa perusahaan dijalankan dengan baik tanpa merugikan alam. Hal ini bakal memudahkan konsumen untuk menentukan produk-produk yang dipilihnya.

PROSES PRODUKSI RAMAH LINGKUNGAN

sukanto

Sumber foto: Followourfibre.com

APR memang masih merupakan perusahaan baru. Perusahaan Sukanto Tanoto ini baru resmi menjalankan operasional komersialnya sejak 2019. Namun, mereka bertekad untuk terus meningkatkan kualitas operasionalnya sepanjang waktu.

Terkait keberlanjutan, APR memiliki tiga langkah utama yang dijadikan pegangan dalam operasional. Pertama mereka memastikan sumber bahan baku diperoleh secara bertanggung jawab. Ini dimaksudkan bahwa perusahaan Sukanto Tanoto ini tidak menerima bahan baku hasil deforestasi.

Bukan hanya itu, serat dari pembukaan lahan gambut juga tidak akan diterima. Dengan kata lain, APR tidak mendapatkan bahan baku dari hutan alam. Sebaliknya APR hanya akan mendapatkan serat dari perkebunan yang dikelola secara bertanggung jawab.

Terkait hal ini, pengalaman panjang induk perusahaannya, RGE, dalam menjalankan perkebunan yang efisien sangat berguna. Perusahaan Sukanto Tanoto ini mengambil banyak pelajaran dari sana.

Adapun hal kedua yang menjadi pegangan ialah proses produksi yang bersih. APR berkomitmen untuk membersihkan produksi viscose fibre. Mereka beroperasi di kuartil teratas dari viscose manufacturing di area pengurangan pancaran greenhouse gas (GHG). Selain itu, APR juga meningkatkan perbaikan carbon disulphide (CS2) dan mengelola air limbah sesuai dengan praktik industri terkemuka.

Hal ini dimaksudkan bahwa APR berkomitmen menekan emisi dari proses produksinya. Selain itu, mereka melakukan pengelolaan udara dan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Proses ini mampu dijalankan dengan teknologi tinggi yang dikuasai.

Lalu, hal terakhir di prinsip keberlanjutannya adalah pengembangan sosial. APR  menjamin bahwa di mana pun area operasionalnya, mereka harus mampu membantu masyarakat sekitarnya dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Dukungan akan diberikan kepada masyarakat dengan berbagai bentuk. Contohnya adalah memerhatikan mata pencaharian mereka serta melakukan kegiatan yang berfokus pada pekerjaan, kesehatan, dan pendidikan. Langkah itu ditujukan demi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

APR berkomitmen melakukan semua itu secara konsisten. Kebetulan langkah-langkah tersebut juga sejalan dengan arahan pendirinya, Sukanto Tanoto.

Sebagai Chairman RGE, Sukanto Tanoto memberikan pedoman kerja kepada semua perusahaannya. Ia mewajibkan agar perusahaan-perusahaan di bawah naungan RGE agar mampu memberi manfaat. Secara khusus, ia ingin RGE mampu berguna dan baik bagi masyarakat, negara, iklim, konsumen, sehingga pada akhirnya baik untuk perusahaan. Arahan tersebut dikenal sebagai prinsip kerja 5C.

Sebagai bagian dari RGE, APR juga menjalankannya. Mereka tahu bahwa menjalankan operasional yang bertanggung jawab bakal memberi manfaat besar bagi kelangsungan perusahaan. Mereka sadar bahwa ketika memberi arahan, Sukanto Tanoto mengambil pelajaran dari pengalaman panjang sebagai pengusaha.

Sejak mendirikan RGE pada 1973, Sukanto Tanoto telah kenyang asam garam dunia usaha. Dari situ itu tahu bahwa perusahaan yang bisa langgeng adalah yang mampu memberi manfaat kepada banyak pihak. Hal itu kemudian diterapkannya di RGE. Terbukti kini perusahaannya itu menjadi korporasi kelas dunia.

Bisnis RGE tersebar di Indonesia, Asia Tenggara, India, Cina, hingga Brasil. Asetnya juga menembus angka 20 miliar dolar Amerika Serikat. Bukan hanya itu, RGE mampu membuka lapangan kerja untuk sekitar 60 ribu karyawa, Pencapaian tersebut tidak mungkin terjadi tanpa kontribusi besar RGE kepada berbagai pihak di sekitarnya.

Inilah yang kemudian dipraktikkan oleh APR dengan menjalankan proses produksi yang ramah terhadap lingkungan. Follow Our Fibre kemudian menjadi salah satu langkah nyata dalam perwujudannya. Melalui inisiatif tersebut, perusahaan Sukanto Tanoto ini menjamin keterlacakan produk-produknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *